Synergy between the National Narcotics Agency and the Police in Handling Narcotics Crimes in Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.70826/jsisnu.v3i1.1252Keywords:
Crime, Narcotics, BNN, Police, RehabilitationAbstract
Drug abuse and illicit trafficking are serious problems in the Indonesian criminal justice system that require comprehensive and equitable handling. Law Number 35 of 2009 concerning Narcotics regulates a dual approach through repressive law enforcement against dealers and a rehabilitative approach for drug abusers. However, in practice, the implementation of rehabilitation is still not optimal and tends to be replaced by imprisonment. This study aims to analyze the law enforcement policy for narcotics crimes in Indonesia, focusing on the role of the National Narcotics Agency and the Police and the implementation of rehabilitation for drug abusers. The research method used is normative legal research with a legislative and conceptual approach. The results show that there is still a gap between legal norms and law enforcement practices, particularly in the implementation of rehabilitation, and the need to strengthen synergy between the National Narcotics Agency and the Police. This study concludes that optimizing rehabilitation policies and institutional coordination are key to realizing just, humanistic, and social recovery-oriented narcotics law enforcement.
Downloads
References
Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia. (2010). Pencegahan penyalahgunaan narkoba bagi masyarakat. RajaGrafindo Persada.
Effendi, E. (2014). Hukum pidana Indonesia: Suatu pengantar. Refika Aditama.
Fuady, M., & Fuady, S. L. (2016). Hak asasi tersangka pidana. Prenadamedia Group.
Imran. (2013). Pola hubungan fungsional Badan Narkotika Nasional dan lembaga pemasyarakatan dalam penanganan narkotika. Jurnal Hukum, 5(2), 145–158.
Indonesia. (1981). Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana.
Indonesia. (1999). Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.
Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Indonesia. (2010). Peraturan Presiden Nomor 23 Tahun 2010 tentang Badan Narkotika Nasional.
Junaedi, J., Rahman, A., & Siregar, M. (2019). Kerja sama Badan Narkotika Nasional dan kepolisian dalam penanggulangan tindak pidana narkotika. Jurnal Penegakan Hukum, 6(1), 89–101.
Lamintang, P. A. F., & Lamintang, T. (2010). Hukum acara pidana Indonesia. Sinar Grafika.
Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2010). Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2010 tentang penempatan penyalahguna, korban penyalahgunaan, dan pecandu narkotika ke dalam lembaga rehabilitasi medis dan sosial.
Marpaung, L. (2005). Asas teori-praktik hukum pidana (Cet. ke-2). Sinar Grafika.
Mastiyanto, A. (2020, May 14). Tahapan rehabilitasi narkoba RSKO Jakarta. Rumah Sakit Ketergantungan Obat Jakarta. https://rsko-jakarta.kemkes.go.id/berita/tahapan-rehabilitasi-narkoba-rsko-jakarta
Prodjodikoro, W. (2003). Asas-asas hukum pidana di Indonesia. Refika Aditama.
Rodliyah. (2017). Dampak penyalahgunaan narkotika terhadap kesehatan dan kehidupan sosial. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 12(1), 45–53.
Simandjuntak, B. (1981). Pengantar kriminologi dan patologi sosial. Parsito.
Sofyan, A., & Asis, A. (2014). Hukum acara pidana: Suatu pengantar. Kencana.
Supramono, G. (2009). Hukum narkotika Indonesia. Djambatan.
Wajdi, F., & Lubis, M. (2019). Peran kepolisian dalam penanggulangan tindak pidana narkotika. Jurnal Hukum & Pembangunan, 49(2), 301–318.
Zaidan, M. A. (2015). Kebijakan kriminal. Sinar Grafika.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ahmad Baqi, Wahdaniah Sitorus, Syifatul Zuhra, Regita Angraini Lubis

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










